0

Apa Pertimbangan Pihak Bank saat Memproses Pengajuan KPR?

Terkadang, sebagai seorang nasabah kamu mungkin bingung apa yang sebenarnya membuat bank bisa tidak meng-ACC permohonan pengajuan kredit termasuk KPR. Hal ini tentunya membuat kamu resah untuk wujudkan rumah imajinasimu karena takut ditolak. Tenang, kamu bisa hindari ditolaknya pengajuan KPR dengan memperhatikan pertimbangan bank ini!

  1. Penghasilan

Salah satu yang dipertimbangkan bank untuk menyetujui pengajuan pinjaman KPR kamu adalah penghasilan yang kamu dapatkan setiap bulan. Untuk bisa menghitung berapa besarnya maksimal pinjaman yang bisa diberikan, bank akan mempertimbangkan gaji yang kamu terima dalam satu bulan.

Bank biasanya akan menggunakan metode menggandakan penghasilan utama ditambah dengan penghasilan kedua. Nah, dari metode ini, bank akan memperoleh angka jumlah pinjaman maksimal yang dibenarkan untuk kamu. Jumlahnya adalah 3 kali lebih besar dari penghasilan utamamu dalam satu tahun dan ditambah satu kali penghasilan kedua.

Sebagai contoh, bila penghasilan suami adalah 5 juta per bulan atau 60 juta per tahun dan penghasilan istri adalah 36 juta per tahun, maka bank kemungkinan besar akan meminjamkan dana maksimal 216 juta. Namun, bila kamu masih lajang saat mengajukan KPR, maka yang akan dihitung hanya penghasilan utama kamu saja.

Untuk penghasilan tambahan seperti uang lembur dan bonus akan diabaikan. Bank juga akan memverifikasi bukti tertulis berupa slip gaji terakhir, surat keterangan lama bekerja dari tempat kamu bekerja saat ini dan fotokopi buku tabungan kamu selama tiga bulan terakhir.

Jika kamu adalah seorang wirausaha, maka bank akan meminta data berupa fotokopi rekening tabungan atau giro kamu. Mereka juga akan memverifikasi usahamu dan meminta data-data izin usaha seperti NPWP, SIUP, TDP dan lainnya. Makin kecil jumlah penghasilan kamu, maka besaran pinjaman yang didapat juga akan makin kecil.

  1. Utang atau Kewajiban yang Berjalan

Hal lain yang dipertimbangkan bank saat memproses pengajuan kredit rumah mudah dengan KPR adalah utang atau kewajiban yang berjalan. Jika saat ini kamu masih memiliki utang berjalan dengan kewajiban membayar bulanan, maka secara otomatis bank akan mengurangi besaran jumlah pinjaman KPR yang akan diberikan.

Hal ini dikarenakan kewajiban berjalan tadi mengurangi kemampuan kamu dalam mengambil pinjaman berikutnya. Selain itu, ia juga akan mengurangi kemampuan bayar kamu untuk cicilan utang selanjutnya. Bayangkan saja, bila kamu memiliki cicilan utang yang besar dan ditambah cicilan kredit rumah, berapa sisa yang kamu miliki untuk biaya hidup?

Bank akan menyesuaikan besarnya jumlah cicilan KPR agar jika ditambahkan dengan cicilan utang sebelumnya, jumlahnya tak melebihi batas maksimal yang bisa kamu tanggung. Namun, kalau jumlah utang sebelumnya terlampau besar, kemungkinan besar pengajuan KPR kamu akan ditolak.

  1. Besarnya Pembiayaan Sendiri

Terlepas dari faktor penghasilan, ada hal lain yang jadi pertimbangan pihak bank dalam mengabulkan pengajuan pinjaman KPR kamu. Ia adalah besarnya jumlah kredit rumah yang disesuaikan dengan harga rumah yang akan dibeli. Umumnya, bank tidak akan memberikan 100% pinjaman berdasarkan harga rumah.

Rata-rata, bank hanya membiayai 70% dari total tersebut. Sisanya, harus kamu biaya sendiri. Nah, biaya inilah yang dimaksud pembiayaan sendiri. Biaya ini akan dijadikan uang muka yang dibayarkan kepada penjual rumah. Makin besar kemampuan kamu dalam pembiayaan sendiri, maka makin besar juga kemungkinan pengajuan KPR kamu akan diterima.

  1. Sejarah Utang Sebelumnya

Hal lain yang sangat diperhatikan bank ketika akan memberikan pinjaman KPR pada seseorang adalah sejarah utangmu sebelumnya. Jika kamu memiliki sejarah utang yang kurang baik, misalnya saja memiliki cicilan macet dan belum terselesaikan atau berurusan dengan pengadilan sehubungan perkara pinjam meminjam, maka itu akan menyulitkan.

Oleh sebab itu, ketika permohonan KPR kamu masuk ke bank, maka pihak bank akan segera mencari tahu data sejarah utang yang kamu miliki di masa lalu. Kebijakan setiap bank memang berbeda dalam menilai dan bertoleransi terhadap sejarah utang kamu. Hal yang pasti, bila sejarah utangmu buruk, maka kesempatan pinjaman di-ACC juga kecil.

Bagaimana agar bisa mendapatkan pinjaman KPR meski status utangmu sudah terlanjur buruk? Kalau begitu, kamu bisa datang ke bank yang melaporkan status kredit kamu dan memperbaikinya dengan cara membayar cicilan dan tunggakan. Setelah itu, tinggal tunggu batas waktu yang ditentukan agar kamu bisa meminjam KPR.

  1. Keberlangsungan Penghasilan

Tak hanya itu saja, pihak bank juga sangat mempertimbangkan keberlangsungan penghasilan kamu ketika menyetujui pinjaman untuk mendanai pembelian rumah. Walaupun kebiasaan berpindah pekerjaan atau perusahaan tempat kerja bisa dimaklumi, namun pihak bank sebenarnya lebih menyukai pekerja yang memiliki masa kerja lama di satu tempat.

Mengapa? Sebab, hal ini akan membantu si pekerja meningkatkan karir. Bila sudah begini, tentunya gaji yang mereka terima juga akan lebih besar. Oleh sebab itulah, ketika mengajukan KPR, bank biasanya akan meminta surat keterangan kerja yang di dalamnya juga menerangkan berapa lama kamu sudah bekerja di tempat tersebut.

Paling tidak, masa kerja kamu harus dua tahun dan sudah diangkat menjadi pegawai tetap. Sedangkan untuk wirausaha, paling tidak juga sudah memulai usaha 2 tahun. Masa ini dianggap paling aman oleh pihak bank untuk menyetujui pinjaman kamu.

Nah, itulah beberapa hal yang paling dipertimbangkan pihak bank ketika menerima pengajuan pinjaman KPR yang kamu ajukan. Kalau diterima, kamu bisa wujudkan desain rumah yang bikin relax sesuai dengan imajinasimu. Tapi, tentunya kamu harus penuhi kriteria di atas lebih dulu!

karim6000

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *