0

Rumah Sakit Mata Aini: Bukan Hanya Karena Penuaan, Berikut Penyebab Lain Katarak yang Perlu Anda Ketahui

Saat berbicara tentang penyakit katarak, banyak yang langsung menyangkut-pautkannya sebagai salah satu penyakit yang diderita oleh lansia. Hal ini lantaran katarak banyak diderita ketika seseorang sudah berusia lanjut, kurang lebih saat usia 60 tahun. Dimana katarak yang terjadi terbentuk secara alamiah akibat proses penuaan. Meskipun hal itu benar, namun tahukah Anda bahwa katarak tidak selalu menyerang pada orang usia lanjut saja. Bahkan anak-anak pun bisa mengalami penyakit mata yang satu ini, tanpa pandang usia. Sehingga harus dilakukan tindakan medis berupa operasi di Rumah Sakit Mata Aini  maupun rumah sakit lainnya yang melayani operasi katarak.

Penyakit katarak bisa terjadi karena lensa mata mengalami kerusakan. Kerusakan pada lensa mata ini disebabkan karena adanya penumpukan atau gumpalan protein yang menghalangi lensa mata. Sehingga penderita akan mengalami pandangan menjadi buram dan kabur atau terlihat seperti ada kabut. Umumnya gejala katarak akan mulai terlihat saat menginjak usia 40-50 tahun. Seiring berjalannya waktu, gangguan yang dialami akan semakin serius saat sudah menginjak usia 60 tahun. Sehingga jika sudah pada tahap ini harus segera melakukan operasi katarak.

Meskipun biasanya penyakit mata ini menyerang pada orang usia lanjut, namun Anda jangan merasa aman terlebih dahulu. Karena nyatanya katarak juga bisa menyerang anak usia muda. Lalu faktor apa saja yang bisa menyebabkan munculnya penyakit katarak pada usia muda? Berikut ini beberapa diantaranya:

1. Diabetes.

Pada penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2 harus berhati-hati dengan selalu mengontrol gula darahnya. Hal ini lantaran kadar gula darah yang tinggi dan berlangsung lama bisa menyebabkan komplikasi ke berbagai organ tubuh, salah satunya lensa mata. Dibandingkan dengan orang-orang pada umumnya, penderita diabetes memiliki resiko penyakit katarak yang lebih cepat. Keterkaitan diabetes dengan resiko katarak terletak pada gula dalam darahnya.

2.Trauma.

Trauma fisik, seperti mengalami cedera akibat benturan, tusukan, atau tekanan berlebihan pada area kepala dan mata bisa menjadi penyebab katarak. Karena benturan, tusukan, maupun tekanan bisa memicu kerusakan jaringan-jaringan lensa pada mata. Kerusakan inilah yang bisa meningkatkan resiko seseorang mengalami katarak.

3. Katarak kongenital.

Katarak pada anak-anak bisa juga terbentuk sejak lahir atau childhood cataract. Namun bisa juga kondisi katarak baru terasa saat kanak-kanak atau remaja. Untuk katarak yang muncul sejak lahir sering disebut juga dengan istilah katarak kongenital. Dimana kondisi ini disebabkan karena adanya kelainan genetic atau infeksi kuman yang diderita oleh ibu semasa hamil. Ada banyak jenis infeksi yang memberi pengaruh kepada perkembangan lensa mata bayi selama dalam kandungan, seperti virus rubella, virus varicella-zoster, parasite toksoplasma cytomegalovirus, dan virus herpes simplex.

4. Galaktosemia.

Galaktosemia merupakan penyakit keturunan yang membuat bayi tidak dapat mengubah galaktosa (senyawa khusus dari karbohidrat) menjadi glukosa, sehingga galaktosa menumpuk dalam darah. Galaktosa akan diubah menjadi galaktisol, yang mana keduanya akan menumpuk dalam lensa mata. Penumpukan ini membuat air masuk ke dalam lensa mata dan mengakibatkan lensa mata buram.

Gejala yang akan dialami saat mengalami katarak, seperti mata tidak kuat dengan cahaya silau, penglihatan berkurang di malam hari, pandangan kabur saat cahaya sekitar terlalu terang, dll. Saat mengetahui gejala-gejala katarak ini, segera periksakan diri ke Rumah Sakit Mata Aini atau rumah sakit mata lainnya untuk mencegah dari kondisi yang lebih buruk.

karim6000

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *