0

Punya BPJS Kesehatan dari Kantor, Masih Perlukah Asuransi Kesehatan?

Kamu yang bekerja di kantor pasti sudah mendapat asuransi BPJS dari kantor. Ini adalah salah satu benefit dari pekerjaan di perusahaan tersebut. Biasanya yang diberikan adalah BPJS Ketenagakerjaan, namun ada juga yang memberikan BPJS Kesehatan. Pemerintah saat ini memang sedang gencar-gencarnya mengampanyekan program BPJS sejak 1 Januari 2014 lalu.

Dulu, asuransi BPJS (PT Askes) pemberiannya hanya terbatas kepada pegawai negeri dan ABRI. Saat ini, BPJS sudah meng-cover hampir seluruh penduduk Indonesia. Terlebih sudah banyak perusahaan yang memberikan BPJS pada karyawannya dalam klausul kontrak mereka. Pemberian BPJS pada pekerja kantor ini sempat jadi perdebatan. Banyak yang merasa bingung apa BPJS kesehatan dari kantor ini sama dengan asuransi kesehatan yang didapat dari perusahaan asuransi.

Banyak simpang siur yang beredar membuat masyarakat masih merasa ragu untuk memuat asuransi kesehatan. BPJS memang memiliki perbedaan dengan asuransi kesehatan. Nah, supaya kamu tidka bingung, yuk simak perbedaan-perbedaan asuransi kesehatan dengan BPJS berikut.

  1. Nilai Premi

Tiap asuransi tentu mewajibkan penggunanya untuk membayar premi atau iuran. Pada BPJS dari kantor, biasanya yang membayar biaya premi adalah perusahaan tempat bekerja. Sementara untuk asuransi kesehatan, yang membayar adalah si peserta. Artinya, nasabah harus mengeluarkan kocek pribadinya tiap bulan sesuai dengan ketentuan dari perusahaan asuransi tersebut.

Biaya premi asuransi kesehatan memang lebih mahal dibanding BPJS. Apalagi kalau jenis proteksi yang dipilih meng-cover banyak hal. Selain itu, usia juga menentukan premi yang harus dibayarkan. Namun ini cukup sesuai dengan timbal balik yang akan kamu dapatkan nanti.

  1. Layanan yang didapat

Kedua jenis asuransi ini memiliki sistem pelayanan yang berbeda. BPJS biasanya memiliki sistem yang cukup rumit, karena sifatnya berjenjang dan rujukan. Peserta harus memeriksakan diri melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas, dokter pribadi, atau klinik. Kalau sakit yang diderita tidak dapat ditangani oleh fasilitas kesehatan 1, nantinya akan dirujuk ke rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS.

Sayangnya peserta tidak bisa memilih rumah sakit. Karena pemilihannya tergantung pada rujukan yang dibuat. Sebenarnya dalam keadaan darurat bisa saja langsung berobat ke rumah sakit manapun, namun ketentuannya cukup ketat.

Sementara asuransi kesehatan punya pelayanan yang jauh lebih mudah. Ini karena sistem layanannya yang bersifat langsung, tanpa perlu rujukan. Peserta tidak perlu rujukan dan bisa berobat di rumah sakit manapun sesuai keinginan.

  1. Batasan Plafon

Semua biaya yang ditanggung BPJS adalah keseluruhan. Berapapun biaya perawatan dan pengobatan yang dibebankan pada peserta, akan ditanggung seluruhnya oleh BPJS. Artinya, BPJS tidak memiliki batas plafon atau batasan limit manfaat. Sebaliknya, asuransi kesehatan memiliki batasan plafon. Asuransi akan membayar biaya perawatan dan pengobatanmmu sesuai dengan batas maksimum yang sudah disepakati sebelumnya. Apabila biaya yang di-cover asuransi kurang, maka peserta harus menombok kekurangannya. 

  1. Batasan Usia

BPJS tidak memberikan batasan usia pada para pesertanya. Bahkan bayi baru lahir pun dapat langsung didaftarkan BPJS. Untuk yang sudah memasuki usia senja pun juga dapat mengikuti asuransi ini. Pembayaran preminya tetap sama, berapapun usia para peserta tersebut. Sementara asuransi kesehatan memiliki batasan usia. Biasanya terbatas pada usia produktif, yaitu sekitar 55 tahun.

  1. Proses Klaim

Mungkin banyak di antara kalian yang belum tahu kalau BPJS tidak menerapkan sisten klaim. Jadi, meskipun kamu rutin membayar premi, dana yang kamu bayar tersebut tidak akan bisa cair sampai kapanpun juga. Ini karena BPJS kesehatan memiliki konsep subsidi silang. Selain itu juga tidak ada kontrak atau polis yang berlaku.

Sebaliknya, kalau menggunakan asuransi kesehatan, kamu bisa mengajukan klaim. Bahkan kamu juga bisa mengajukan double klaim kalau punya asuransi lebih dari satu. Ada beberapa cara pengklaiman dari asuransi. Salah satunya adalah dengan reimburse.Contoh perusahaan asuransi yang menerapkan sistem ini adalah Lifepal.

Cara ini mengharuskanmu untuk membayar biaya perawatan terlebih dahulu dari kocek sendiri. Setelahnya kamu dapat memberikan notanya kepada perusahaan asuransi tersebut dan menunggu mereka memeriksanya. Setelah selesai diperiksa dan dianggap sesuai dengan tanggungan polis, maka perusahaan asuransi tersebut akan mengembalikan biaya yang telah dibayarkan.

 Itulah hal-hal yang membedakan BPJS kesehatan dengan asuransi kesehatan. Sebenarnya tidak ada kata benar atau salah dalam memilih kedua jenis asuransi tersebut. Keduanya memiliki kekurangan dan kelebihan, namun kamu tetap membutuhkan proteksi diri. Untuk proteksi lebih maksimal, tak ada salahnya kamu mencoba keduanya.

 

 

 

 

karim6000

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *