0

Ingin Jual Beli Tanah? Perhatikan Surat Perjanjian Jual Beli Tanah-nya!

Investasi pada zaman sekarang ini telah banyak mengalami perkembangan . Perkembangan – perkembangan tersebut berdampak pada makin beragamnya jenis investasi di dunia. Investasi dapat berupa barang, tanah ataupun investasi uang di bank. Investasi tersebut berguna untuk mempersiapkan masa depan. Akan tetapi seiring dengan makin majunya zaman makin banyak pula orang yang memanfaatkan peluang investasi untuk melakukan penipuan – penipuan dengan kedok investasi yang memiliki keuntungan tinggi.

Salah satu yang paling sering dipakai untuk investasi bodong adalah investasi tanah. Banyak orang menjual belikan tanah untuk alasan investasi. Harga tanah yang makin lama makin naik membuat sebagian orang mulai tertarik untuk mengembangkan uang mereka dalam bentuk benda tak bergerak. Tanah adalah benda tidak bergerak yang paling sering digunakan sebagai bahan penipuan investasi. Banyak orang menawarkan jual beli tanah akan tetapi surat perjanjian jual beli tanah yang diberikan adalah palsu atau bodong hingga menyebabkan kerugian bagi yang membelinya.

Beberapa Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Membuat Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

Sebelum melakukan perjanjian jual beli tanah terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu saksi yang menyertai saat proses jual beli tanah dan juga orang – orang terkait seperti RT,RW atau kepolisian untuk semakin memperkuat surat perjanjian jual beli tanah. Untuk membuat surat perjanjian jual beli tanah seperti dirangkum dari artikel.rumah123.com, perlu diperhatikan beberapa hal krusial agar surat perjanjian tersebut memiliki kekuatan hukum salah satu hal yang harus diperhatikan adalah:

1.       Alamat tanah yang diperjual belikan harus jelas.

Alamat adalah hal pertama yang harus diperhatikan. Sebelum menandatangani surat perjanjian jual beli tanah pastikan terlebih dulu alamat yang dituju jelas dan telah dilakukan survey. Hal ini bertujuan untuk menghindari penipuan berkedok penjualan tanah yang ternyata adalah tanah yang masih memiliki pemilik. Untuk menghindari hal – hal tersebut usahakan untuk meninjau tempat tersebut sebelum menandatangani surat perjanjian dan jangan hanya tergiur harga yang murah.

2.       Saksi dan otoritas terkait

Jika ingin membuat surat perjanjian jual beli tanah usahakan menghadirkan otoritas terdekat dari alamat tanah yang dijual. Otoritas tersebut bisa berupa saksi yang berasal dari RT, RW atau perangkat desa setempat tempat tanah tersebut di jual. Mendatangkan perangkat tersebut bertujuan untuk memberikan kekuatan hukum berupa saksi jika suatu saat nanti ada yang menggugat tanah tersebut.

3.       Sertakan materai

Surat perjanjian bermaterai memiliki kekuatan hukum yang lebih besar dari pada hanya surat perjanjian biasa. Materai dapat dijadikan suatu kekuatan hukum jika sewaktu – waktu ada pihak yang menggugat tanah tersebut.

4.       Pastikan isi surat perjanjian telah sesuai

Jangan sampai surat perjanjian jual beli tanah mencantumkan isi yang merugikan pembeli. Pastikan surat perjanjian tersebut telah benar dan sesuai dengan keinginan.

Surat perjanjian jual beli tanah memang sangat penting jika ingin membeli atau menjual tanah. Tanah adalah salah satu investasi yang sedang banyak berkembang saat ini. harga jual tanah makin tinggi tiap tahunnya. Dengan makin tinggi nya harga jual tanah membuat banyak orang berbondong – bondong membeli tanah. Akan tetapi beberapa oknum memanfaatkan hal tersebut dengan menjual tanah secara murah.

Tanah – tanah yang murah tersebut biasanya adalah tanah sengketa atau tanah tidak nyata yang digunakan untuk mengelabui para pembeli. Calon pembeli harus jeli dalam memilih dan memilih investasi tanah yanga kan dibeli. Jangan tergiur harga murah jika hasil akhirnya akan merugikan.

karim6000

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *