0

Diagnosis Alergi pada Balita dan Cara Tesnya

Ibu pasti ingin mengetahui bagaimana cara mendiagnosis gejala alergi pada balita. Beberapa keluhan yang terajdi pada balita dan sering kali membuat ibu berpikir bahwa itu adalah gejala-gejala dari alergi seperti gatal yang berulang, sering batuk, dan pilek, serta balita mengalami sesak napas. Akan tetapi, benarkah keluhan tersebut merupakan gejala alergi?

 

Gejala-gejala Alergi

Berikut ini adalah gejala-gejala yang berhubungan dengan alergi:

  • Timbul bentol-bentol kemerahan di kulit balita dan terjadi berulang kali atau mungkin akan terlihat seperti biduran dan kaligata.
  • Terjadi pembengkakan pada mata dan bibir, yang sertai sesak napas dan bukan disebabkan oleh penyakit lainya.
  • Kulit balita kering, kemerahan, dan gatal-gatal yang terjadi berulang pada area-area yang khas, seperti daerah pipi, lipatan siku, dan belakang lutut.
  • Batuk dan pilek yang berulang dan sering terjadi namun tidak disertai demam.
  • Batuk pada malam hari atau pagi hari.
  • Balita mengalami sesak napas disertai dengan suara mengi atau bunyi seperti siulan dan terajdi berulang. Hal ini tidak berhubungan dengan adanya infeksi, dan terajdi saat atau setelah aktivitas.
  • Hidung terasa gatal, berair, dan bersin berulang saat tidak mengalami flu. Hidung juga ikut tersumbat, mata merah, berair, dan gatal.
  • Rasa mual, nyeri di perut, muntah dan diare berulang bahkan diare bisa berdarah dan bukan disebabkan oleh infeksi atau intoleransi.

Langkah awal yang harus dilakukan oleh ibu adalah segera melakukan cek alergi. Ibu dapat menanyakan gejala-gejala tersebut ke dokter dan mengkonfirmasikannya melalui pemeriksaan fisik. Dokter juga akan melihat ada atau tidaknya riwayat alergi pada ayah, ibu, ataupun saudara kandung. Penyakit alergi pada ayah, ibu, atau saudara kandung yang erat kaitannya dengan alergi pada balita adalah asma, rinitis alergi (alergi pilek) dan dermatitis atopik (eksim).

Selanjutnya, dokter akan berusaha mencari pencetus gejala alergi pada balita yang dapat diketahui dari riwayat perjalanan penyakit pada balita yang sangat khas atau nyata, seperti adanya keluhan biduran sessaat setelah mengkonsumsi udang, bengkak di kelopak mata dan bibir setelah meminum jenis obat tertentu. Jika penyebabnya masih belum jelas, maka dokter akan melakukan tes alergi.
Melakukan Tes Alergi

https://www.cekalergi.com/id

Tes alergi dapat dilakukan melalui tes kulit dan pemeriksaan darah. Beberapa tes kulit yang dapat dicoba diantaranya uji cukit kulit (skin prick test) dan uji tempel (patch test). Tes kulit yang paling dilakukan pada bayi dan balita adalah Skin Prick Test (SPT).
Tes ini dilakukan dengan cara meneteskan cairan yang mengandung beberapa zat alergen ke kulit. Lalu,

permukaan kulit akan dicukit atau digores dengan menggunakan ujung jarum. Tes akan sedikit membuat tidak nyaman atau terasa perih, namun tidak sampai menimbulkan pendarahan.

Ketika proses ini selesai, balita akan diminta untuk menunggu selama 15 menit agar dokter dapat melihat reaksi dari kulit yang sudah dicukit tadi. Apakah ada bentol kemerahan di daerah dilakukannya prosedur SPT tadi. Tes ini dilakukan pada kondisi kulit yang baik. Obat-obatan seperti antihistamin (CTM, cetirizin) dapat mempengaruhi hasil tes ini. Maka, dokter akan meminta balita untuk tidak mengkonsumsi obat-obatan tersebut selama 3-7 hari. Tes ini dapat dilakukan pada anak usia 4 bulan ke atas.

Perlu diingat bahwa tidak semua hasil positif dari hasil tes merupakan pencetus alergi pada balita. Untuk itu, perlu dilakukan analisis lebih mendalam. Pencetus alergi juga dapat ditentuka melalui uji eliminasi dan provokasi. Dalam hal ini, dokter akan meminta balita untuk tidak mengkonsumsi makanan yang diduga sebagai penyebab alergi. Jika gejalanya menghilang, maka dokter akan memberikan makanan tersebut dalam jumlah yang bertahap (uji provokasi) dengan pengawasan yang ketat. Jika gejala alergi muncul kembali, maka dapat dipastikan bahwa makanan tersebut adalah penyebab alergi pada balita.

karim6000

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *